Senin, 23 Juli 2012

Bosan... Jenuh... Jadi Karya ^_^


Libur panjang terkadang membosankan jika tidak diiringi dengan aktivitas yang bermanfaat.Terkadang kita disibukkan dengan ragam kegiatan yang hanya sekedar memanjakan mata tanpa manfaat, seperti nonton sinetron.Coba kita pikirkan, menghabiskan waktu di depan layar TV hanya untuk menyaksikan kisah orang lain yang menguras emosi dengan episode yang tak kunjung beres sampai mengundang penasaran nonton setiap hari hingga kita tersadar bahwa waktu liburan telah usai.Sia-siakan bukan waktu kita?
Begitupun yang aku rasakan.Berdiam diri di rumah selama liburan memang sangat jenuh.Tapi jangan salah, terkadang ide-ide nakal alias brilian muncul justru di saat kita merasa bosan dan jenuh. Tersebutlah suatu pagi, aku berniat membereskan rumah dan menaruh barang-barang yang sekiranya tidak terpakai lagi di gudang lantai dua rumahku.Awalnya biasa saja, tapi melihat beberapa kaleng susu keponakan saya yang menumpuk begitu saja, ide iseng di otak saya bermunculan.
“gimana caranya ya biar kaleng susu ini manfaat? ,kalau di jual ke tukang rongsokan paling laku berapa ratus rupiah, ga sebandingnya dengan harga belinya sampai puluhan ribu” pikirku
Aku bolak-balik kaleng susu ini sambil mencari ide.
Aaahhhhaaa… !!! karna aku suka menabung dan mengoleksi uang logam, aku punya ide untuk membuat celengan.kebetulan celenganku sudah pada bolong alias sudah dijarah isinya….hehhe…
Lalu aku berfikir bagaimana agar celengan ini tampak menarik dan mahal.Kemudian saya teringat beberapa waktu lalu di dalam angkot menuju sekolah, ada seorang wanita muda membawa tempat tissue dengan hiasan kain planel.Aku jadi punyaide bagaimana kalau celenganku dihias dengan kain planel.
Usai membuat rancangan konsepnya, aku bergegas ke pasar untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan.seperti kain planel beberapa warna, lem, manik-manik dan dakron.
Selepas dari pasar, mulai saya beraksi.Pertama membuat pola untuk bagian sisi kaleng susu.aku gunting kain planel warna ungu seluas keliling kaleng, dan aku buat beberapa bentuk buah-buahan pada kain planel yang lain lalu aku jahit pada kain planel pertama dengan rapi ditambah ornament manik-manik pada bentuk buah-buahannya.
Langkah kedua, saya membuat hiasan untuk di atas tutup kaleng.aku potong  kain planel warna lain berbentuk persegi yang sebelumnya sudah ditempel manik-manik pada bagian tengahnya lalu aku isi dakron terus diikat menyerupai bentuk strawberry.terbayang kan? Hehhe… begitu selanjutnya sampai beberapa buah.setelah selesai membuat bentuk buah timbulnya, aku potong kain plael berbentuk bundar lalu aku jahit beberapa bentuk strawberry dengan pola melingkar.
Setelah bagian sisi dan atas tutup kaleng selesai.selanjutnya tinggal merekatkan kain planel yang telah dihias pada bagian sisi kaleng dengan lem.Begitu juga pada bagian tutup kaleng.
Begitulah..akhirnya setelah kira-kira dua jam pengerjaan mulai dari konsep hingga finishing jadilah sebuah celengan imut dan cantik yang ku beri nama :” MBP = My Beauty Pocket”.
Celengan yang sudah jadi aku perlihatkan pada kakakku, setelah dia bilang celengannya bagus dan mau dibikinkan juga, aku mulai membuat beberapa celengan lagi.Aku coba tawarkan juga ke tetangga, ternyata ada yang mau beli.satu buah MBP saya jual dengan harga Rp.20.000 s/d Rp.25.000.Lumayan kan, dari sebuah kaleng susu bekas dengan bermodal sedikit kain planel dan ketekunan bisa membawa rezeki.Daripada bengong di rumah tanpa aksi apapun lebih baik mainkan imajinasimu buat sebuah karya.. iya ga? hehhe.. Selain bisa dipakai sendiri dan dijual, celengan ini juga bisa dijadikan kado untuk saudara atau sahabat.Daripada beli, lebih baik bikin sendiri, yang dikasih kado akan senang jika tahu itu hasil karyamu sendiri… : )
Nah… seru kan mengisi waktu liburan dengan berkarya.. Ayo tunjukan aksimu.. Apa yang bisa kamu ciptakan..?? *sambil berfikir… -.-
So… Selamat mencoba… ^_^

 

"Kau hanya butuh sedikit kesabaran dan ketekunan dalam mencoba dan berusaha untuk menciptakan sesuatu yang berarti "

  
~Maya Romantin, 2012~



www.mayaromantin.blogspot.com

Minggu, 22 Juli 2012

Lucunya Tingkah si Kecil



Terkadang rutinitas dan pekerjaan yang menumpuk membuat seisi kepala rasanya ingin pecah.Problematika yang datang terkadang membuat jengkel dan rasanya ingin marah.Tapi tahukah anda? Seringnya marah membuat syaraf-syaraf dalam tubuh terganggu.Seperti mitos mengatakan : “orang yang sering marah, cepet tua”.
So, mungkin itu benar.Tapi tampaknya muka yang berkerut-kerut, masam, cemberut bisa jadi karena mood anda sedang tidak beres.. alias sedang tidak ceria. Betul ??
Nah, ga usah jauh-jauh pergi mencari tempat rekreasi yang wah atau menghabiskan uang belanja di mall untuk mengembalikan mood anda yang ceria.
Nih ada trik bagaimana agar anda dapat tertawa lepas dan ceria?
Apakah di rumah anda ada anak balita?
Ya, jika ada… bermain-bermain bersama si kecil bisa menjadi alternative baik untuk mengembalikan mood anda.Tingkah polos si kecil dan celotehan kata-kata yang keluar dari mulut kecilnya tak ayal mengundang tawa dan guyonan siapapun yang berinteraksi dengannya.
                Hanya dengan sedikit senyumnya yang terkembang dengan ikhlas tanpa beban, si kecil sedikitnya mampu mengundang senyum dan tawa.Betul tidak ? Belum lagi wajahnya yang imut dan menggemaskan
selalu bikin geregetan, rasanya tak sabar tangan ingin mencubit atau sekedar mengelus pipinya yang halus dan gembil...hehhe... atau berfoto dengannya bisa mengembalikan keceriaan yang sempat hilang.

              So guys... saat hatimu kacau, mood tidak kunjung cerah, amarah tak kunjung reda, jangan berlama-lama mengurung diri di kamar tanpa aktivitas .. lupakan masalah sejenak, ...bergeraklah keluar, siap-siap tertawa lepas dengan melihat aksi si kecil yang lucu dan tawanya yang menggemaskan.Dijamin otot-otot di pipimu kembali kencang dan ceria... : ) selamat mencoba ^_^

 www.mayaromantin.blogspot.com

Selasa, 10 Juli 2012

Butuh kejelasan

Oleh : Maya Romantin

Langit  jingga memeluk semesta.Gerimis masih terus menyirami hati yang sedang bersenandung menanti mentari kembali ke peraduannya.Alam seakan tahu bahwa inilah saatnya insan untuk kembali pulang .
“Neng sudah hampir maghrib, kok belum pulang” suara pak hirman penjaga kampus membuyarkan lamunanku.Terkaget aku dibuatnya.Ku lihat telepon genggam di tanganku tak berbunyi, pertanda tak ada sms masuk.ku baru tersadar satu per satu temanku mulai meninggalkanku sendiri menikmati suasana hati yang mendadak resah sejak tadi malam.
“Iya pak, ini juga mau pulang… anak-anak yang lagi syuro di mesjid udah pulang pak?” tanyaku.Kelas siap dikunci, dan aku mengerti apa perintah yang tersirat dari pertanyaan pak Hirman.
“kayanya sudah neng, bapak lihat semuanya sudah bubar, kecuali anak-anak kader surau yang lagi siap-siap mau sholat maghrib”. Pak hirman pamit meninggalkanku .Perhatianku tertuju pada botol-botol air mineral yang dibawanya, pikirku mungkin hari ini syuronya sangat penting dan memakan waktu lama, sampai dia tak sempat membalas sms “penting” dariku.
Di kamar kost aku masih terpekur memikirkan hal itu, sudah hampir isya dia belum juga menghubungiku.Biasanya dia menyapaku di layar handphone hampir setiap menit.Hingga adzan isya berkumandang, tak satupun sms masuk ke hpku.Oh ini malam jumat, mungkin dia sedang mengisi kajian majelis talim di mesjid tempatnya diamanahkan, jawab hatiku sembari menenangkan.
“afwan ukh, ana baru selesai syuro dengan DKM mesjid tempat ana ngimamin”.. jawab seorang di sana.Alhamdulillah hatiku sedikit lega karenanya.
“tidak apa-apa akh, ana cuma khawatir antum kenapa-kenapa”
“hehe… ana gak kenapa-kenapa kok ukh, afwan ana baru balas smsnya.Tadi anti pulang duluan ya?”
“emang tadi antum liat ana ya?”
“gak ko, tadi ana cuma liat seorang akhwat yang subhanallah cantiknya pakai baju dan jilbab abu-abu lewat depan mesjid… ^_^”
Senyum merekah di bibirku, husshh hampir saja aku geer dibuatnya ..
Teman kostanku tampaknya mulai risih dengan sikapku yang berubah sejak mengenalnya.
Aku mulai tertarik untuk memikirkan perkataan teman-teman serumahku ini.Mungkin memang sudah saatnya aku tegas akan perasaan yang menyiksa ini.Tapi gimana harus memulai menyampaikannya, aku hanyalah mahasiswi semester dua yang sebenarnya belum cukup siap menghadapi masalah ini.
“akh lagi sibuk gak?” tanyaku sebagai pembuka pembicaraan
“gak ko, ana lagi nyantai aja, kenapa emangnya?”.
Hmmm… terusin gak ya, takut salah ngomong.
“Ada suatu hal yang mau ana tanyain, boleh ga?” sedikit ragu
“tafaddol … silahkah ukhti”
“begini akh, antum tau kan kita kenal dan dekat  sudah cukup lama.Kalau boleh tau selama ini antum anggap ana ini siapa?”
Cukup lama aku menunggu, ku lihat sekelilingku mendadak mencekam karena pertanyaanku sendiri.Ku tarik nafas perlahan, mencoba tabah dengan apapun jawaban yang akan ku terima.
Ping… hpku berdering. Sebuah sms urgent masuk.
“hmmm… anti yang sekarang istimewa bagi ana.. : ) “
Jawabannya tak seseram yang aku takutkan,tapi bukan ini jawaban yang aku harapkan.
“sekali lagi akh, apa antum serius sama ana?”
“iya ana serius”
“kalau begitu bisakah antum lakukan sesuatu pada kedua orang tua ana,?”
“lakukan apa ukh? Ana gak ngerti”
“titipkan ana pada orang tua ana, katakan pada mereka bahwa antum serius dengan ana?”
“Insya Allah ukhti, tapi gak sekarang . tunggu lulus ya .Ana mau sekarang kita fokus kuliah dulu dan gak mikir macem-macem, anti percayakan sama ana?”
Hatiku mulai resah karenanya.Mungkin inilah hal terbodoh yang pernah aku lakukan.Akutak pernah merasakan suatu perasaan yang serumit ini, mengingat kondisi sekarang setelah aku berikrar untuk menjadi akhwat yang kaffah.Ikhwan…. lagi dan lagi inilah yang menjadi ujian imanku.
Seperti biasa, ini adalah hari sabtu.Saatnya  beristirahat sejenak dari segala aktivitas dan tugas kuliah.
“Ukh, bisa ngobrol sebentar ga?”..
“bisa, mau ngomongin apa?” tanyaku.
Desti teman sekamar mengajakku keluar  rumah.Hanya berdua.
“kita tabayun sebentar ya”
Hatiku mulai bertanya-tanya, ada masalah apa lagi ini.
“gimana ukh, udah ditanyain ke dia masalah itu?”. Sudah aku duga,pasti masalah ikhwan tarbiyah itu.
“sudah, tapi ya gitu jawabannya.dia bilang tunggu sampai lulus dulu, aku bingung ukh sama sikap dia?”
“anti sudah punya gambaran langkah apa yang mau diambil ke depannya”
Aku menggeleng.
“gini ukh, ada sesuatu hal yang ingin kami  sampaikan yang ukhti belum tahu.Cuma kami gak tega ngasih tau ke anti.Takut anti jadi sakit hati…sebelumnya maaf banget, gak ada sedikitpun niat tuk mencampuri urusan kalian.Tapi ini buat kebaikan kalian berdua”
Aku semakin bingung.sebenarnya apa yang mau disampaikan, sampai seserius ini. Dengan teliti aku mendengarkan pernyataan temanku ini.seketika langit berubah mendung, sekejap rasa bahagia yang menghampiri karena aku telah menemukan sosok ikhwan yang kurasa tepat mendampingiku kelak berubah menjadi puing-puing rasa kecewa, sedih, marah dan pilu yang teramat dalam.
Ku lihat air mata terselip diantara kedua sudut bola matanya.ku rasa dia temanku sungguh-sungguh tak bermaksud berbohong ataupun menyakiti perasaanku.Terbersit dalam benakku, bayang wajah dirinya yang istimewa saat  ku mengenalnya dalam lingkaran dakwah tarbiyah.Lalu kemudian beralih pada rentetan nama akhwat yang tak pernah ku tahu bagaimana mereka mengenalnya.
“ukhti kenapa baru bilang sekarang?” Tanyaku dengan terisak
“sekali maaf ukh, aku gak mau buat hatimu kecewa.Itulah kenapa aku memintamu tegas pada ikhwan itu”
“harusnya anti tau ini semua langsung dari orangnya, bukan dari kami.Khawatirnya akan menjadi fitnah.Sekarang tugas ana sudah selesai,  ana kembalikan semua keputusan pada ukhti.Silahkan ukhti bicarakan hal ini dengan dia, sebelum hubungan kalian terlalu jauh dan banyak orang yang tahu”
xxx
Sesak sekali rasanya hari ini.Pikiranku tak lepas dari pembicaraan malam itu dengan desty.Ruang kelas terasa begitu memuakkan.Mataku tak hentinya mencari bayang sosok yang tengah jadi perbincangan public.Aku harus tanyakan hal itu sekarang.
“anti lagi dimana?” sebuah sms masuk.
Sadar masih ada dosen, aku harus menahan.Sementara hatiku semakin kalut.Antara benar atau tidaknya kabar burung itu, jawabannya akan aku dapatkan setelah usai mata kuliah ini.
“ Baru keluar kelas” jawabku
“Hehe… ana punya video bagus nih, semoga bisa semakin memotivasi anti menghapal Qur’an”
Tak seantusias biasa aku menanggapinya.Yang ada hanyalah risau, masih terbayang pikiranku pada momen pertama mengenalnya.Ya Allah baru saja aku bahagia dibuatnya, kenapa tiba-tiba rasa ragu dan kecewa itu datang begitu cepat.
Lekas aku pertanyakan kejelasan status kami.Lagi lagi jawaban tak memuaskan yang aku dapat.Mengenai deretan nama akhwat yang pernah menjadi teman “spesial”nya, dia hanya bilang mereka itu hanyalah objek dakwahnya.
“akhi… ana jadi ragu pada antum…”
“Kenapa anti ragu, apa karena masalah akhwat lain yang dekat dengan ana?Sekali lagi ana tegaskan, mereka hanyalah teman tarbiyah ana, hanya sebagai objek dakwah ana.. Cuma anti yang istimewa buat ana sekarang…”
“Kalau gitu bisakah antum perjelas hubungan ini mau mengarah kemana, lanjut ke yang lebih serius atau cukup sampai di sini saja?”
“Insya Allah ukhti… tiga tahun lagi ya.Ana menaruh harapan lebih ke depannya dengan anti.Ukhti tolong sabar dan banyak berdo’a semoga Allah permudah niatan baik kita setelah lulus nanti…”
“Sekali lagi afwan akhi, ana gak bisa lanjutin hubungan ini.Ana takut dosa, ana takut ini akan mengotori hati dan niatan tulus di jalan tarbiyah ini.. “
“Afwan ukhti jika selama ini ana banyak salah sama anti, jika anti memiliki harapan yang sama dengan ana tolong husnudzon pada ana.Syukron ya ukhti,jazakillah bikhoiri jazza…ukhti fillah ..ukhibukifillah”
“Afwan jiddan ya akhi.. ana hanya butuh kejelasan, bukan janji!!!”

~ Butuh Kejelasan ,part 1~