Minggu, 27 Maret 2011

Pencuri Kotak Amal

Bedebah… lagi lagi kita kecolongan” ujar Umar dengan penuh amarah.Pemuda kerempeng ini memang serampangan dalam bertingkah maupun beucap, namun jiwa sosial dan kepeduliannya membela kebenaran patut diacungi jempol.
Tenang, kita harus selidiki masalah ini dengan seksama agar tidak menimbulkan fitnah” ucap kyai Somali bijaksana saat memimpin musyawarah kecil sehabis shalat subuh itu.
Jalan raya masih sepi pagi ini, hanya beberapa kendaraan yang lalu lalang melintas di bawah rias lampu jalanan kota yang berkilauan.Rapat yang dihadiri sekitar sepuluh orang warga yang terdiri dari pengurus mushola At-Taqwa dan jamaah shalat subuh tampak tegang.
Ini kali ketiga mushola kecil yang terletak di pinggiran Jakarta yang dibangun secara swadaya oleh warga setempat dan atas bantuan sumbangan donator dan karyawan kantor sekitar kehilangan isi kotak amal.
Hampir semua orang tidak habis pikir mengapa ada orang yang tega menjarah isi kotak amal yang tak seberapa itu. Mushola ini kecil tapi kadang ramai didatangi warga terutama karyawan yang kantornya terletak tidak jauh dari tempat itu. Letaknya yang tertutup oleh gedung-gedung tinggi pencakar langit hampir tenggelam diantara keramaian kota,hanya saja setiap hari jumat mushola ini ramai , kotak amal terisi lebih banyak.
Siapapun yang telah hilap mengambil isi kotak amal ini, diharap kesadarannya untuk segera bertaubat dan tidak mengulanginya lagi” ucap kyai Somali saat memimpin kutbah jumat siang itu.Sontak semua jamaah saling berpandangan, saling menerka mengapa sosok yang amat dihormati ini tidak sekaligus mengancam atau menakut-takuti pelaku akan dosa yang diperbuatnya malah hanya menyuruh si pelaku agar segera bertaubat.Suasana kembali sepi setelah jamaah meninggalkan mushola untuk melanjutkan kegiatan masing-masing.Kyai Somali tetap pada kedudukannya.di atas sajadah merah, tak henti-hentinya beliau menarik ulur buir-bulir tasbih di genggamannya.
Kemana japar?” Tanya kyai Somali pada Jufri, lelaki penjual asongan di metro jurusan Pondok labu-Blok m ini yang kadang-kadang ikut membantu japar mengurusi mushola saat mencium tangannya hormat..”tadi pagi sih saya ketemu dia di perempatan, dia bilang hari ini tidak berada di mushola karena menjenguk saudaranya di senayan pak” ucap jufri tenang.
Sejak kapan dia punya saudara di Jakarta?” kyai Somali mengernyitkan dahi
Jufri mengangkat bahu dan menggelengkan kepala, lalu memohon diri untuk kembali berjualan.
Xxx
Panas menyengat Jakarta siang itu.Pak polisi sibuk mengatur lalu lintas kendaraan yang memadati perempatan fatmawati. Japar yang seperti kambing guling membanting diriya ke tembok musola yang dingin, sibuk mengibas-ngibaskan topi lusuh pada tubuhnya yang berluluran keringat.Kedatangan kyai Somali mengagetkan lamunannya.
Nada itu menggetarkan.pertanyaan seputar hilangnya isi kotak amal itu merobek hati Japar,sebagai penjaga mushola yang baru empat bulan disandangnya , dialah orang yang paling banyak mendapat sorotan warga.
Saya sedang di senayan saat pencurian itu terjadi pak” Japar bergetar.Matanya sulit untuk tidak berembun.Pikiran japar menerawang jauh keluar mushola,gedung-gedung tinggi itu, rumah mewah itu, betapa indahnya hidup mereka,batin Japar terusik.Tapi hatinya langsung kecil saat mata tertuju pada rumah-rumah kumuh itu, pengemis dan pengamen yang berjejalan di jalanan dan kendaraan umum, anak-anak yang bermain di lapangan gersang itu, mereka kurus, kumal dan tak bersekolah. Mengapa hidup amat berbeda sehingga kesenjangan sosial itu sangat menusuk hatinya. Pikiran japar beralih pada tiga anggota keluarga yang usai menunaikan shalat, lelaki itu memasukan selembar uang seratus ribu pada kotak amal yang terbuat dari kaca itu.Mereka bercanda ria lalu melaju kembali dengan jaguar hitam mengkilat.dada japar bergetar, saat lelaki itu memaksanya menerima selembar lima puluh ribu ke tangannya.Sungguh dermawan keluarga itu,entah karena iba pada dirinya yang seperti pengemis di depan mushola atau takut pada tato tengkorak yang melekat di lengan kirinya, entahlah yang penting uang itu cukup untuknya makan beberapa hari ke depan.
Japar rindu rumahnya di Padang, rindu pada amak yang lembut nan anggun. Kenapa dia harus tinggalkan surga itu hanya karena iming-iming tetangganya yang sukses di Jakarta, japar juga ingin merasakan indahnya Jakarta, japar benci pada kemiskinannya.
Tinggal di gubug sendiri lebih nikmat daripada hidup terlunta-lunta di tanah orang” begitu nasihat amak saat japar pamit berhijrah. Dadanya kembali sesak menahan rindu.

Xxx
Saya curiga sama dua orang preman yang lalu lalang di depan gang mushola sejak dua minggu belakangan ini pak” ucap umar mengawali argumennya saat musyawarah malam itu.
saya juga kyai, dua preman itu terkenal bejad, terakhir saya melihat mereka malakin anak-anak kecil usai mengaji di depan gang mushola “ Hamdi menambahkan pendapat sahabatnya.
Bukannya saya tidak setuju, tapi kita tidak punya bukti kalau mereka yang melakukannya” Pak RT sabar menambahkan.
Betul pak, kita jangan asal menebak sebelum punya bukti yang kuat, tapi kalau saya perhatikan mereka cukup sopan dan malah tidak pernah menginjakkan kakinya di mushola ini, benar kan japar” Tanya pak jammi, donator tetap musola At-Taqwa .
Japar kaget, hanya menganggukan kapala dengan sedikit senyum menjawab pertanyaan pak jammi , seorang manajer Bank yang dermawan.
Iya betul pak, kalaupun iya mereka yang melakukannya sudah pasti ada bekasnya.” Tambah pak RT.
Aneh tapi nyata, sudah tiga kali mushola ini kemalingan dalam dua minggu terakhir, tapi si pelaku tidak meninggalkan jejak sedikitpun.Kotak amal tetap utuh pada bentuknya, tidak ada bekas pencongkelan gembok, atau kacanya retak karena di bongkar paksa, namun yang lebih ganjil si pelaku menaruh secarik kertas yang bertuliskan “sedekah untuk hamba Allah”. Dugaan tuyul, babi ngepet, atau hipnotisan sempat membayangi pikiran warga.
kalau melihat modusnya, tidak mustahil pecurian ini dilakukan oleh orang dalam yang sudah hapal betul dengan kondisi mushola ini” tukas umar.
Sontak anggota musyawarah riuh atas argumen umar yang lagi-lagi menimbulkan pertanyaan, semua saling berpandangan.Japar kembali bergetar, “ sial sudah pasti saya lagi yang mendapat tuduhan” batin japar bergemuruh.
Saya ijin meninggalkan mushola kyai, saudara saya terkena musibah, dia tertabrak metro” ucap japar sore itu, kyai Somali masih ingat betul,.”japar meninggalkan musola selasa siang sebelum pencurian malam itu terjadi, rasanya tidak mungkin japar yang mencuri” bisik batin kyai somali.Beliau kehilangan wibawanya di mata warga, rumahnya berhadapan langsung dengan mushola, dan dirinya pula yang telah menunjuk japar sebagai penjaga mushola tapi pencurian itu menhujam jantungnya.
Kalau masalah ini dibiarkan, bisa jadi berikutnya barang-barang di mushola ikut raib kyai” ucap pak RT dengan hidung bangir yang kembang kempis.
kyai Somali tidak ingin kecolongan lagi, musyawarah telah usai.Lima orang pengintai dikerahkan.Umar sang ketua detektif dijadwalkan berjaga sehabis subuh, di lanjutkan hamdi yang berjaga usai dzuhur.kemudian bergantian dengan fikri.Alif dan Husein yang berjaga setiap hari.Namun hingga hari yang ke dua belas, si pelaku belum juga berhasil di tangkap.
Sial ,giliran kita jagain, malah maling itu gak berani nongol” umar kesal, melempar pecinya ngasal hingga mengenai wajah husein.
Lagi dan lagi, mushola kembali kecurian isi kotak amal yang diperkirakan terkumpul uang sejumlah dua ratus lima puluh ribu rupiah, kali ini si pelaku menaruh kertas yang bertuliskan “ Jangan khawatir,ini untuk sedekah”. Semua geram dibuatnya, termasuk kyai Somali dan kelima detektifnya.husein yang tertidur saat malam pencurian itu terjadi tak henti-hentinya bermuram durja.
Xxx
Malam kian larut, hening makin terasa saat seorang warga meninggal tercebur sumur sore tadi.Umar dan hamdi yang dapat giliran jaga malam itu kian was-was bercampur takut.
kaya kota mati nih, kalau hantunya sodikin datang, kamu yang ladenin ya,hhehhe..” umar ngeledek.
huss.. sembarangan kalau ngomong” hamdi kesal, menempeleng kepala umar dengan peci lusuhnya.
Umar dan hamdi tetap siaga walau mata mulai kantuk.perabotan perang telah mereka siapkan,mulai dari sarung, senter, pentungan dan balok kayu, kali saja pencuri itu datang gerombolan tukas umar.
Umar menyeruput kopinya dengan nikmat, sekelebat bayangan muncul dari belakang pagar samping mushola.Umar gugup, hamdi merinding. Bayangan itu mengendap-endap di bawah lampu remang-remang.
ini dia saatnya” geram umar, sekilas pentungan pindah ditangannya. Hamdi mengikuti gerak umar.
Crekkk.... suara itu berasal dari dalam mushola, umar dan hamdi saling berpandangan.bunyi itu berasal dari suara orang membuka gembok, umar berlari masuk musola, mengibaskan tirai hijau pemisah shaf laki-laki dan perempuan.
keparat kau” teriak umar. Pencuri celingukan.hamdi menyorotkan senter ke wajah yang tertutup itu.sebuah kunci tergantung di tangannya.
mau kemana kau heh..”
hamdi terus berjaga ,membentangkan tangannya berjaga.
Brrakkkk... pentungan umar mengenai lutut belakang pencuri.
Debbbb... hamdi melayangkan tinju ke wajah si pencuri.. teriakan aduhhh keluar dari mulutnya.Ketiganya terlibat dalam pertarungan sengit.
Hentikan... jangan main hakim sendiri” teriak kyai somali dari bibir pintu, diikuti istri dan warga lain. Suara baku hantam dari mushola mengundang perhatian warga terdekat.
Buka tutup kepalanya”..perintah kyai somali saat berada di antara kerumunan warga.Dengan sigap umar melepaskan cengkramannya.
Kyai somali terkejut
umar melotot
Pak RT bengong
Gayus tambunan cengo, loh sejak kapan gayus ada di musola itu?
sudah saya duga dia pelakunya kyai” geram hamdi
semua seakan tidak percaya, tubuh kekar itu, wajah babar belur itu milik Japar si penjaga musola kepercayaan kyai somali.
Japar tertunduk malu, warga geram dibuatnya, hingga berkali-kali layangan tinju hampir nyasar di wajahnya.
Jelaskan japar, mengapa kamu berbuat hina ini” kyai somali tegas.
Japar mendongkak wajahnya, gagal menahan air mata yang berdesakan meminta keluar.
Saya hilap ustad, saya terpaksa, saya memang bodoh” suaranya bergetar parau lalu tersungkur di pangkuan kyai somali dengan isak tangis yang kian menjadi.
Kyai somali mengangkat tubuh kekar japar, kyai hapal betul dengan pemuda yang ditemukannya tergeletak di samping pagar mushola ketika itu, tubuhnya kotor, lemas tak berdaya.kyai membimbing mantan narapidana ini bertaubat, dia baik di bawah didikan kyai tapi kenapa dia tega merobek hatinya dengan ulah ini.
ini semua saya lakukan demi kemanusiaan”
japar bercerita ketika pagi itu, sahabatnya si penarik becak tertabrak metro saat istrinya melahirkan di rumah sakit, kini bayi itu masih jadi tahanan karena keluarga tidak mampu bayar biaya persalinan. Itulah sebabnya kenapa japar mencuri, dia tidak punya uang, tidak ada pula orang yang percaya memberikan pekerjaan pada mantan napi.
Pak jammi tertunduk malu, menyesali prilakunya yang telah mengusir japar yang datang ke rumahnya untuk meminjam uang.
Japar si tersangka di maapkan, sebuah perbuatan yang tidak bisa dibenarkan tidak juga disalahkan atas nama kemanusiaan.Warga mampu terhempas malu, hatinya terasa kecil dibanding niat mulia japar .
sekian




Kering

Mutiara kasih malam
Tak ku dapat kala siang
Sejuknya air pedesaan
Tak ku dapat di kota

Basahi aku dengan kasih sayang
Sirami aku dengan cinta
Terlepas jauh dari dermaga
Aku terdampar di lautan kering

Panasnya kehidupan
Tak sepanas laraku
Menyaksikan kawan ber-ibu
Aku kering sendiri

Bebas

Pandangi langit malam ini
Ada cinta disana
Ketulusan yang membawa bahagia
Secercah harapan tuk hari esok

Dimana air mataku bermuara
Aku ingin habiskan disana
Kuganti dengan mutiara
Agar ku mampu bersinar

Kemana sayapku terbang
Disana ku temukan bahagia
Bebas... lepas... tenteram
Takkan ku biarkan lagi hujan di pipiku