Rabu, 04 Juni 2014

21 Untaian Mutiara Part II




Aku tak pernah menyesal dengan apapun rahasia Rabb-ku. Rencana-Nya pasti lebih baik, paling baik dari semua pintaku. Dua puluh satu tahun menatapaki hidup yang tak mudah ; bahagia, susah, sedih, kecewa, putus asa, bangga, semua rasa aku lalui dengan ikhlas. Aku yakin, Rabb-ku tak pernah keliru. Hanya saja aku yang terkadang salah paham memaknai rencana-Nya.
 Aku pernah berjanji ; bahwa masa kuliahku harus menjadi masa-masa yang indah, masa dimana mutiaraku di proses dan disemai dengan baik. Biarlah keluh dan sakitnya perjuangan menjadi bumbu penyedap akan janji hidup yang indah di masa mendatang.
Dua puluh satu... Begitu banyak makna yang tersirat dibalik angka ini . Baik.. Izinkan aku mengurai makna menjadi untaian kalimat...
 21 = 2 ( Dua ) dan 1 ( Satu )
Aku memaknainya bahwa dalam hidup ini Allah menciptakan segala sesuatu berpasangan, selalu ada dua pilihan yang Allah berikan ; sukses dan gagal, maju dan mundur, laki-laki dan perempuan, siang dan malam, gelap dan terang, baik dan buruk, hidup dan mati, selamat dan celaka, surga dan neraka, dan lainnya. Dari dua pilihan itu, hanya satu yang harus dipilih. Tak pernah siang datang bersamaan dengan malam, tak pernah seorang bayi dilahirkan bergender waria ( wanita pria ), tak pernah yang baik bersamaan dengan yang buruk, tak pernah sukses dan gagal terjadi bersamaan. Tugas manusia adalah menentukan pilihan dari dua hal yang Allah tawarkan. Manusia yang cerdas ialah yang mengambil keputusan terbaik, keputusan yang membuat semakin dekat dengan Rabb-nya.

 
Saat aku dihadapkan pada pilihan menjadi manusia dengan pergaulan baik dan buruk. Aku memilih menjadi baik. Namun rupanya ini tak mudah, jalanku berliku, perih, menyakitkan bahkan terkadang ingin rasanya menjadi manusia buruk sekalian saat kebuntuan tak jua aku temui jalan keluarnya. Namun semakin keras dan sakitnya perjuangan, dan ketika hanya ada Allah di hati yang menjadi satu-satunya tujuan, maka tak sedikitpun menyesal telah memilih untuk menjadi manusia yang baik.
21 = 2 ( Dua ) dan 1 ( Satu )
Aku meyakini bahwa setiap detik hidupku selalu diapit oleh dua malaikat pencatat amal baik dan buruk, yaitu Malaikat Raqib dan Atid. Merekalah yang senantiasa mengawasi gerak-gerikku. Dan aku selalu merasakan bahwa ada satu Dzat yang tak pernah berpaling dari-Ku, Dialah Allah. Saat aku merasa hidup ini sangat berat, masalah datang menyesakkan dada, atau di saat merasa sendirian menapaki jalan, aku mengimani bahwa Allah hanya sedang melatihku untuk bangkit lebih kuat, Dialah yang menuntunku menemui jalan yang terang.
Dua puluh satu tahun yang ku lalui, tak ada sedikitpun pemberian-Nya yang sia-sia. Allah yang telah merancang skenario terbaik untukku, menuntun langkahku dalam memaknai setiap kejadian dan pemberian-Nya ialah semata-mata tanda kasih sayang terhadap hamba-Nya.
Seperti inilah caraku memaknai hidup. Di usiaku yang kedua puluh satu, aku ingin menjadikan sebagai mutiara terbaik. Awal langkah hidupku yang lebih baik dan menggantungkan harapan hanya kepada-Nya , Allah-ku. Semoga masih dapat dipertemukan dengan mutiara-mutiara berikutnya di sisa usiaku. Semoga kelak berakhir menjadi mutiara yang sesungguhnya di hadapan Allah. Aamiin...
Sahabat yang baik, tak ada kata terlambat untuk memulai hidup yang baru, hidup yang lebih bermakna dari hari-hari sebelumnya. Tanamkan dalam hati bahwa dunia ini hanyalah persinggahan sesaat. Karena hidup yang sesungguhnya adalah hidup setelah mati. Mari persiapkan bekal sebaik-baiknya untuk menyambut hidup yang abadi agar kelak dapat bersama-sama dalam syurga-Nya... aamiin ya Robbal alamin...

Salam Sayang 
Maya Romantin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar